Minggu, 17 Juli 2011

Tergerak Koma

20 tahun penuh warna, 20 tahun mengelilingi cakrawala.
Dunia bercerita, kita penuhi dengan gelak tawa.
Awalnya kita buta, pada akhirnya kita koma.
Di tepian jalan raya, kita terpana & menggila.

Mari kita duduk sebentar, kita ber-narasi lalu berimajinasi.
Apakah kau tahu gadis manis, aku rindu tapi suaraku membisu.
Satu kata mengundang murka, beribu aksara mendadak tak berguna.
Semuanya seperti di-rekayasa, semua hiperbola.

Wajahmu pucat, Aku tercekat.
Kini hanya tinggal kita bertiga. Aku, kamu dan semesta.
Kamu yang kapitalis dan aku yang mencoba selalu idealis.
Kamu yang selalu primer, aku yang hanya sekunder bahkan tersier.

Kamu kelihatan lelah, Lebih baik aku tuntun kau menuju ke rumah.
Jika nanti setibanya di rumahmu, jangan panggil namaku.
Wajahmu membuatku adiktif, mengingatmu terkadang membuat emosiku fluktuatif.
Kita usai, semesta memutuskan untuk selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar