Rabu, 29 Juni 2011

22.53

Apa kabar bintang dan bulan?
Bagaimana kau bisa menghabiskan waktumu hanya dengan menyinari kegelapan dan kesuraman?
Apakah terkadang kau merasa tak berguna?
Santai saja, kita semua pernah merasakan hal tersebut.




Ekspedisi Mencari Kebenaran 1

Saya juga bingung mengapa disebut ekspedisi mencari kebenaran?
Seharusnya judul yang tepat adalah 'Ekspedisi Alam Gaib' karena yang kami ingin ungkapkan disini adalah hal-hal mistis dan berhubungan dengan alam gaib. (kelihatannya saya itu orangnya sangat pemberani padahal aslinya sih penakut. hahahaha).

Ya, sudah 2 kali saya melakukan ekspedisi mencari kebenaran ini bersama teman teman kuliah saya, sebut saja mereka itu Aji, Yanu, Dika, Ijul dan teman teman saya lainnya. Ekspedisi pertama kami memiliki tujuan ke Taman Langsat dan TPU Jeruk Purut yang kata orang sih angker. Bermodal 1 kamera alakadar-nya dan senter butut kami semua berangkat dan saat itu jam menunjukan pukul setengah dua belas malam. Selang 40 menit kemudian kami tiba di  tujuan pertama yaitu Taman Langsat dan yang mengesalkan adalah kami tidak boleh masuk karena belum dapat izin dari instansi terkait yang membawahi taman tersebut, kancut sekali !!!

Setelah debat kusir dengan kuncen taman tersebut dan dia tetap bersikukuh tidak membolehkan kami masuk maka tujuan kedua dan tujuan terakhir kami adalah TPU Jeruk Purut. Saya kira pekuburan yang menjadi urban legend Jakarta itu bakalan sepi dan menyeramkan karena waktu sudah menunjukan jam satu lewat beberapa menit tapi apa daya tenyata pekuburan itu rame sekali bung, fak !!!!. Daripada perjalanan kami sia-sia akhirnya kami memutuskan tetap mengelilingi pekuburan tersebut. Baru setengah jam memutari pekuburan tersebut tenyata kamera yang bertujuan untuk merekam 'penampakan' baterainya telah dijemput oleh sang ajal dan yang lebih tragis lagi bukan 'penampakan' yang kami dapat di TPU Jeruk Purut malahan kami dikejar-kejar anjing liar yang saya juga heran kenapa ada anjing di kawasan pekuburan tersebut.

Ekspedisi pertama ini saya nyatakan gatot alias gagal total ..


Selasa, 28 Juni 2011

Ekspedisi Mencari Kebenaran 2

Ekspedisi kedua kalinya ini lebih siap dan lebih rapi jika dibandingkan ekspedisi pertama yang menurut saya gagal total. Ekspedisi kali mempunyai tujuan awal yaitu UI (Universitas Indonesia) dan entah mengapa setelah obrolan panjang lebar akhirnya ditentukan bahwa tempat terjadinya tragedi Bintaro dan TPU Jeruk Purut (lagi) menjadi tujuan berikutnya setelah UI 'diterobos'.

Kali ini yang ikut cukup banyak sekitar 11 orang dan maka dari itu terjadi kesepakatan bahwa sekelompok manusia berjumlah 11 orang ini harus dibagi 2 tim. Saya, Aji, Sigit, Arsan dan Ijul berkeliling di Pool bangkai bis kuning sedangkan Dika, Jidat, Viktor, Yanu dkk berjalan-jalan entah kemana. hahahaha

Pool bangkai bis kuning tenyata cukup sepi karena dikelilingi hutan dan penerangan yang remang-remang. Saya memegang senter dan Aji memegang kamera. Tempatnya yang memang rada-rada seram dan gelap itu menambah dag-dig-dug perasaan saya karena ada sebuah mobil jeep yang sudah terparkir rusak dan sepertinya sudah lama berada disitu dan ketika saya senter ternyata bagian dalam jeep tersebut berwarna merah dan membuat saya terkaget-kaget. (agak jiper memang jika melihat perpaduan antara kaca jeep yang berwarna hitam dengan diselingi warna merah didalam jeep tersebut). Setelah melihat jeep tersebut saya melihat bis angkutan berwarna cokelat dan yang membuat seram adalah saking telah lamanya bis tersebut terparkir di pool tersebut bagian dalam bis telah 'bersatu' dengan pohon bambu yang berada di sebelahnya.
Saya membayangkan pasti banyak 'makhluk' yang duduk, diam atau mungkin bermain-main di dalam bis yang telah bersatu-padu dengan pohon bambu tersebut. hhhhiiiiiiiiiiiiiiiiii ..

Saya kira hanya saya dkk yang berada di dekat bis kuning tersebut tetapi ternyata ada 2 orang pekerja proyek dan seorang satpam yang berjaga-jaga. Mereka menyarankan jika ingin mencari 'penampakan' sebaiknya kami ke pekuburan di tengah hutan kota yang notabene nya pekuburan tersebut sudah ada sebelum UI didirikan. Saya dkk tidak mau berlama-lama di UI, masih ada Tempat terjadinya tragedi Bintaro dan TPU Jeruk Purut.

Tujuan berikutnya adalah tempat terjadinya tragedi Bintaro. Yang saya dengar dari cerita orang sih tempatnya oke jika dibuat ekspedisi tapi ternyata tempat terjadinya tragedi tersebut telah ramai oleh rumah dari penduduk setempat, yang kami lakukan hanya jalan-jalan di rel yang menjadi tempat kecelakaan kereta api yang merenggut ratusan nyawa tidak berdosa tersebut. Semoga mereka ditempatkan di sisi Allah SWT (Amin)

Tujuan terakhir yaitu dan lagi-lagi TPU Jeruk Purut, sebenarnya saya agak malas ke tempat tersebut karena agak trauma dikejar-kejar anjing tapi apa daya saya juga malas jika duduk sendirian di warung kopi yang berada persis di sebelah kiri TPU Jeruk Purut. Tim tetap dibagi 2 dan saya tetap bersama Aji, Ijul, Sigit, Arsan dan kali ini ditambah Gembui alias Usbul, teman Sma saya. Berhubung Gembui penasaran karena ini pertama kalinya dia ke TPU Jeruk Purut maka dia 'merelakan' dirinya menjadi kelinci percobaan dan ditinggal sendirian di pekuburan ini (Berhubung Gembui teman akrab saya dan hanya saya & sigit yang kenal dia maka dengan terpaksa saya menemani dia beruji nyali karena saya mengkhawatirkan handy-cam yang dia pegang direbut orang tidak dikenal). Awalnya malas mengikuti Gembui yang selalu 'membuka jalur' dengan menerobos kuburan tapi lebih malas lagi jika saya ditinggal di pekuburan ini dan berjalan sendirian. Entah mengapa setiap saya ke TPU Jeruk Purut saya tidak begitu merasa takut, mungkin karena tempatnya yang tidak sepi-sepi amat dan saat itu saya mendengar ayam telah berkokok padahal saat itu baru jam setengah 3 pagi.

Selang 20 menit saya dan gembui dijemput oleh teman-teman kuliah saya dan memberitahukan bahwa handy-cam tidak boleh digunakan saat berada di areal pemakaman dan kami bersebelas pun keluar dari area pemakaman tersebut. Setelah sampai di Depok saya, Sigit, Gembui dan Ijul tidur-tiduran di warung langganan saya sejak Sma dulu sambil menunggu matahari menampakan batang hidungnya.

*Kuburan yang berada di hutan kota UI telah saya terobos bersama Aji, Yanu, Ijul dan Simon. tempatnya lebih menyeramkan daripada pool bis kuning ..

Sabtu, 25 Juni 2011

Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi

Ilmu komunikasi merupakan ilmu pengetahuan yang tergolong muda. Sekalipun pada sisi yang lain, sejarah perkembangan ilmu komunikasi sudah tua sejak masa Yunani dan baru dirumuskan dalam era modern sebagai ilmu baru sejak dekade PD II.
Dewasa ini penelitian-penelitian komunikasi terus menerus dilakukan. Sejumlah jurnal ilmiah dalam bidang komunikasi terbit. Sejumlah karya ilmiah telah menjadi karya klasik dalam ilmu komunikasi seperti The People Choice, The Passing of Traditional Society, Mass Media and National Development, Personal Influence, Understanding Media, The Process and Effect of Communication, Public Opinion, dan sebagainya.
Demikian pula sejumlah figurnya seperti Paul F. Lazarfeld, Wilbur Schramm, Harold Lasswell, Walter Lippmann, Bernard Berelson, Carl Hovland, Elihu Katz, Daniel Lerner, David K. Berlo, Shannon, McComb, George G. Gebner, dan sebagainya telah dikenal sebagai tokoh-tokoh dalam kajian ilmu komunikasi.
Sedangkan di Indonesia terdapat sejumlah figur penting dalam bidang Ilmu Komunikasi seperti M. Alwi Dahlan, Astrid Susanto Sunario, Andi Muis, Jalaludin Rahmat, Ashadi Siregar, Anwar Arifin, Hafid Changara, Dedy N. Hidayat, Marwah Daud Ibrahim, Onong Efendi Uchayana, dan sebagainya. Karya-karya mereka telah memberi warna bagi eksistensi kajian ilmu komunikasi di Indonesia.
Ilmu Komunikasi merupakan fenomena Amerika, bila kita lihat dari penggunaan sebutan Ilmu Komunikasi. Perhatikanlah, di Indonesia pada awalnya lebih dikenal pendidikan Publisistik. Istilah yang menandakan meneruskan tradisi Jerman. Namun sejak dekade 70-an mulai digunakan istilah Ilmu Komunikasi dimana pendidikan jurnalistik hanyalah salah satu bidang yang terutama masuk dalam kelompok komunikasi massa.
Jejak tradisi Amerika dalam kajian ilmu komunikasi di Indonesia dapat dilihat melalui figur M. Alwi Dahlan yang berkesempatan belajar langsung pada para perintis kajian Ilmu Komunikasi seperti Wilbur Schramm, Elihu Katz, Gregory Bateson, dan sebagainya. M. Alwi Dahlan, doktor komunikasi pertama Indonesia ini, pada tahun 60-an sudah lulus dan berkiprah di Indonesia. Upaya M. Alwi Dahlan mengenalkan Ilmu Komunikasi tampak baik melalui Fisip UI maupun lembaga seperti penerbitan atau riset serta kantor pemerintahan. Tentu saja juga melalui organisasi seperti ISKI, Perhumas, dan terakhir menjadi Menpen.
Kenyataannya dalam pendidikan tinggi komunikasi di Indonesia, dominasi kiblat tradisi Amerika dari kalangan administratif riset menonjol. Studi Ronny Adhikarya telah menunjukkan hal ini. Kecenderungan ini rupanya tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga umumnya di Asia Tenggara, dan juga di benua lain.
Ilmu Komunikasi berawal dari dekade 40-an ketika Amerika menghadapi propaganda dalam rangka menghadapi peperangan. Beberapa prakondisi ketika itu adalah adanya ancaman Nazi dalam memperluas kekuasaannya, kebutuhan untuk mendapat dukungan rakyat dalam rangka menghadapi perang dunia kedua, dan kebutuhan mempelajari propaganda lawan seperti Jerman. Maka dalam konteks inilah kajian komunikasi dirintis. Kemudian setelah masa perang, tradisi ini kemudian dilanjutkan bagi kepentingan dunia komersial.
Sejumlah ilmuwan yang dikumpulkan pemerintah—dalam hal ini departemen pertahanan—berkumpul dalam rangka kepentingan menghadapi peperangan. Beberapa figur tersebut, yang kemudian dilembagakan Scramm menjadi ilmu komunikasi, seperti Paul F. Lasarfeld, Hovland, Lasswell, Berelson, Shannon, Scramm, dan sebagainya. Setelah PD II, kajian komunikasi yang muncul dalam konteks perhatian yang besar terhadap propaganda dilanjutkan bagi kepentingan dunia industri.
Generasi yang melahirkan Ilmu Komunikasi ini yang kelak dikenal sebagai kelompok administrative riset cenderung mengembangkan komunikasi sebagai fenomena transmisi, yakni pengiriman informasi. Tidak heran pula, kajian komunikasi dominan sebagai kajian komunikasi massa. Dalam konteks inilah kita mengenal sejumlah model komunikasi seperti Shannon, Lasswell, Scramm, SMCR dan sebagainya.
Demikian pula penelitian komunikasi identik dengan kajian tentang media. Seperti Content Analysis, Uses & Gratification, Agenda Setting, Cultivation Analysis, survey dampak media, dan sebagainya. Model penelitian ini sudah familiar dalam kajian komunikasi. Namun sekali lagi menunjukkan dominannya kajian komunikasi massa.
Dewasa ini kita memerlukan untuk memahami tentang pentingnya memperhatikan kajian komunikasi yang lebih komprehensif. Bahwa komunikasi massa hanyalah salah satu bidang kajian dalam Ilmu Komunikasi. Padahal disebutkan bahwa awal abad 20 kajian lebih banyak tentang fenomena retorika. Sementara tahun 70-an mulai muncul kajian tentang komunikasi antar personal. Bidang-bidang seperti ini kelihatan belum begitu berkembang di Indonesia.
Satu hal penting pula yang perlu dipaparkan bahwa terjadi pergeseran penting dalam pandangan mengenai komunikasi di Amerika. Yakni pada awalnya, pemahaman tentang komunikasi berangkat dari pandangan yang humanistik sebagaimana dikembangkan kelompok Chicago. Tapi dengan munculnya kelompok administrative riset di masa propaganda tahun 40-an, terjadi perubahan cara pandang terhadap makna komunikasi. Dalam konteks ini dapat dimengerti kemudian pandangan filosofis tentang komunikasi mengalami pergeseran. Walaupun kemudian, menurut Everret M. Rogers, dewasa ini model komunikasi sebagai pemaknaan (meaning) juga mulai mendapat tempat kembali. Pendekatan yang lebih interpretatif yang kembali merujuk pada Max Weber, dan semacamnya.
Untuk itu perlu pula untuk memperhatikan tentang pandangan dalam memahami makna komunikasi. James W. Carey menyebut komunikasi bisa dilihat dalam dua cara pandang. Pertama model transmisi dan kedua model meaning atau ritual. Model kedua belum banyak diungkap. Hal ini dapat dimengerti karena terjadi fenomena di mana sejak kehadiran model komunikasi model Shannon yang linier telah menjadi mainstream dalam memahami makna komunikasi. Padahal sebelumnya, akar kajian komunikasi di Amerika sangat humanistik atau dalam hal ini berada dalam model meaning. Hal inilah yang terjadi.
Satu hal yang menarik bahwa dua model komunikasi diatas tidak lepas dari perkembangan peradaban Barat. Misalkan model transmisi dapat ditarik pada perkembangan peradaban di Barat ketika muncul modernisasi. Ketika terjadi aufklarung, rasionalitas manusia berkembang. Dalam masa ini ditandai arti penting transportasi seperti penjelajahan samudera atau dalam konteks Amerika dibangunnya jalan raya atau rel kereta api yang mampu menghubungkan daerah-daerah baru. Maka dalam konteks ini terjadi pemindahan barang dan orang serta tentunya ide-ide. Sehingga pendatang, yang kemudian mendatangi daerah-daerah baru, kemudian terjadi eksplorasi dan seterusnya. Dalam konteks semacam ini model transmisi dalam komunikasi berkaitan dengan pemindahan informasi di mana kontrol komunikator menjadi penting. Dengan pandangan kritis, dapat kita katakan model transmisi telah ditandai dengan eksploitasi, penguasaan, dan semacamnya.
Berbeda dengan model meaning, yang mencoba untuk melihat komunikasi berkaitan dengan upaya untuk membangun komunitas (maintain community). Sebuah kolektifitas yang akur, hangat, dan semacamnya. Kehidupan kelompok yang hangat dan akrab. Model ini dikembangkan dalam generasi Chicago, sebuah masyarakat perkotaan yang di awal abad 20, di mana dalam keanekaragaman hendak mencoba untuk membangun dan memelihara komunitas. Maka komunikasi dikaitkan dengan upaya untuk memelihara nilai-nilai ini. Maka dalam cara pandang ini berkaitan dengan upaya untuk memelihara yang telah ada. Komunikasi berkaitan dengan upaya untuk membangun integrasi.
Menjadi penting untuk disadari bahwa dewasa ini kembali perhatian muncul terhadap pendekatan budaya (cultural studies) ini. Dengan demikian, fenomena cultural studies dalam kontek tradisi pragmatis Amerika dapat dipahami dalam konteks ini. Seorang tokohnya, James W. Carey, dalam tulisan-tulisannya mencoba membahas cultural studies dalam kaitannya dengan tradisi pragmatis dari Chicago ini.
Upaya untuk menoleh kembali pada cara pandang mengenai komunikasi sebagai fenomena pemaknaan (meaning) tampaknya ketika terjadi kejenuhan terhadap dominasi dari tradisi kajian komunikasi dari generasi administratif riset yang telah mendominasi selama beberapa dekade.





Suara Caci-Maki Mengeluarkan Kalimat Benci Kepada Sebuah Ruang Kosong Tanpa Intuisi

Baiklah, saat ini sebuah kertas dengan sebuah pena hitam menemani saya di malam yang sebenarnya biasa-biasa saja seperti 6.955 malam-malam sebelumnya dimana itulah rentang waktu saya menjalani hidup ini semenjak saya dilahirkan dengan wajah yang sangat lucu dan berpipi merona merah sampai sekarang ini dengan wajah yang sangat kurang dari kata tampan dan tidak mungkin digilai oleh wanita jaman sekarang yang lebih menggunakan naluri daripada menggunakan mata hati.
 
Selama 6.955 hari saya hidup pula saya melihat berbagai macam 'Makhluk' (jika mereka layak disebut Makhluk) dalam mencari kepuasan dalam menjalani hidupnya. Hey, ini bukanlah tentang Harta, Cinta, Wanita Pria, Kasta, Rupa serta Kuasa.

 
Tangan 'kotor' saya kembali meneriakan isi hati saya untuk menuliskan semua yang saya anggap tak penting di sebuah kertas lusuh penuh coretan tolol dan sedikit tetesan darah lalu setitik nadi tergurat dan suara caci maki mengeluarkan kalimat benci kepada sebuah ruang kosong tanpa intuisi.

 
Satu dunia marah saat saya bilang bahwa dunia ini hanyalah sebuah ruang kecil yang penuh konspirasi dengan peraturan yang sama sekali tidak menyenangkan dan selebihnya hitam.

 
Hey engkau manusia yang yang berpikir egois, primitif dan terkadang mengaku idealis. Marilah kita duduk dalam 1 meja untuk membicarakan hukuman yang tepat buatmu dan marilah kita bersulang dengan meminum segelas anggur dan menghisap sebuah lisong disertai suara teriakan yang sangat menyakitkan & penuh tangisan beraroma kematian. Dalam sekejap kau menyadari bahwa mimpi-mu menjadi makhluk abadi hanyalah rekayasa tuhan semata dan setiap mimpi yang kau urai akan menjadi potongan kecil sebuah puisi kematian yang hakiki dan tanpa kompromi.


Hari ke Seratus Tujuh Puluh Tiga

Hari ke seratus tujuh puluh tiga ketika saya bertemu dengan perempuan berambut panjang itu dan saya masih diam saja hingga saat ini.

Kamis, 23 Juni 2011

Seharusnya Benda Bulat Ini menjadi Pemersatu Bukan Sebaliknya

Ketika Persija Jakarta VS Psps Pekanbaru bertandingan hari minggu kemarin saya memutuskan untuk bertaruh uang dengan senior saya di kampus dan nominalnya tidak terlalu besar, mungkin hanya untuk makan siang saja. Tapi entah kenapa berhubung ini gengsi kedaerahan maka saya dan senior saya sama-sama yakin bahwa tim jagoannya akan mengalahkan tim yang menjadi lawannya. Saya lahir di Jakarta, Senior saya asli Riau

Semua orang tahu bahwa Persija menang 3-0 atas Psps tapi entah kenapa setelah pertandingan berakhir saya dan senior saya berdebat tanpa akhir di jejaring sosial. Ia mengatakan Persija ***** dan ikon Persija, Bambang Pamungkas pun bukan didikan asli Persija (dan ia berkata buat apa The Jakmania membanggakan ikon yang bukan asli didikan Persija?) dan Persija hanya tim bertabur bintang tetapi pemain-pemain mudanya tidak ada yang berbakat. dan saya pun membalasnya dengan sebutan Psps hanyalah tim karbitan yang tidak punya sejarah. Bandingkan saja Persija sudah hebat sejak era perserikatan dulu, Psps siapa yang tahu prestasinya?

Saya juga bingung kenapa jika ada orang yang menghina Persija saya menjadi gampang tersulut emosinya. tapi saya juga malu karena saya ribut dengan senior saya dan kami sama-sama membawa identitas kedaerahan. Saya membanggakan tempat kelahiran saya, senior saya pun tidak mau kalah tentunya.

Terbersit dalam pikiran saya, seharusnya sepakbola menjadi alat pemersatu bukan sebaliknya. Fanatisme berlebihan itu tidak seharusnya membuat kita (sesama rakyat Indonesia) saling menyakiti. saya lelah mencaci, saya juga lelah berkelahi. Apabila benda berbentuk bulat ini bisa berbicara mungkin yang ia inginkan hanyalah semua orang memainkan dirinya diiringi dengan senyuman dan rangkulan antara individu satu dengan individu lainnya bukan dengan baku hantam antar sesama manusia dan diringi darah serta nanah. sebaiknya semua orang berpikir bahwa "tim saya bagus dan tim anda juga sama hebatnya, mari kita lihat tim saya dan tim anda bertanding dengan sportif. mari kita dukung tim kesayangan kita dengan cara kreatif. kalah menang itu biasa".
Saya orang Indonesia, Anda juga orang Indonesia, dan kita semua berharap supaya sepakbola menjadi pemersatu bukan sebaliknya, mari kita berdamai demi tanah tempat kita berpijak, Indonesia !!!





Selasa, 14 Juni 2011

Jejaring Sosial Bodoh. Tertawa, Meracau dan Berkicau.

Terinspirasi dari teman akrab saya semenjak tk yang sedang berkeluh kesah tentang jejaring sosial yang terkadang tidak berguna untuk sebagian orang yang sedang digantung oleh ketidakpastian.

Lucu memang bagaimana jejaring sosial bisa membuat emosi kita begitu fluktuatif.
Melihat seseorang yang kita idam-idamkan ternyata mempunyai "incaran" untuk membahagiakan dirinya sendiri dan menyakitkan karena kita tahu dari jejaring sosial.
Dia berpikir, saya juga berpikir.
Semua jalan terasa sesat di dalam gelap yang pekat.

Dia meracau dan saya hanya diam.
Dia meludah lalu mulai berfalsafah.

Perbincangan yang diselimuti suasana seperti ini membuat semuanya tidak komunikatif, pasif dan cenderung kontraproduktif.

Lalu, Dia menceritakan wanitanya, ceritanya begitu sederhana tetapi saya begitu terpana akan ceritanya.
Wanita yang berambut entah sepinggang ataupun sebahu atau mungkin diantara keduanya, wanita yang bermata indah dengan bibir tipis yang merah merekah.
Baru beberapa menit ia mendeskripsikan fisik wanitanya ia langsung terdiam lalu mendadak bisu dan semua terdengar ambigu.

Dia tertawa tapi penuh rekayasa.
Dia menunduk lalu duduk meringkuk.

Saya diam ...
Saya hanya bisa diam ...



Kamis, 09 Juni 2011

Benda itu Bernama Uang !!!

Harusnya sore ini saya senang sebab besok sudah hari jumat dan setelah jumat adalah hari sabtu dan minggu yang notabene nya adalah hari yang saya tunggu-tunggu setelah 5 hari dari senin hingga jumat berkutat dengan kuliah beserta tugas-tugas yang menjenuhkan itu. baru beberapa menit merasakan 'kesenangan' karena besok adalah hari jumat lalu terbersit pikiran untuk mengecek isi dompet kesayangan saya dan isinya sangat membuat saya shock sebab hanya berisi 2 lembar uang 5000, 3 lembar uang 1000 dan 1 lembar uang 2000. Sialan !!!!

Besok saya masih harus berangkat kuliah komunikasi visual jam 3 sore dan mau tidak mau saya harus membeli bahan bakar alias bensin alias premium untuk motor kesayangan saya dan tentunya juga saya harus makan dan bagaimana itu terpenuhi hanya dengan uang Rp. 15.000 saja?
okelah, kalau hanya untuk menahan lapar saja sih saya fine-fine saja tapi bagaimana jika dalam perjalanan ke kampus ada kejadian buruk pada tunggangan saya seperti ban bocor dan mengharusnya harus mengganti ban dalam. matilah awak !!!
Saya harus berpikir positif dan semua akan baik-baik saja. (sedikit berlebihan memang jika sedang tidak punya uang)

Saya mulai reka ulang apa saja yang saya lakukan dengan uang mingguan saya yang berjumlah Rp. 120.000?

- Hari Senin: makan siang Rp. 10.000 ditambah minum 5000 dan hidangan penutup berupa rokok sampoerna mild seharga Rp.2000.

- Hari Selasa: tidak mengeluarkan uang makan siang karena dibayari makan teman karib saya dan hanya membayar minum Rp. 6000 dan lagi lagi harus membeli hidangan penutup berupa rokok sampoerna mild seharga Rp. 6000


- Hari Rabu: libur kuliah sehingga hanya membeli lauk berupa ayam bakar satu potong seharga Rp. 7000 dan minuman bersoda bigco*a saja seharga Rp. 3000.


- Hari Kamis: lagi-lagi makan seharga Rp.10.000 disertai minum seharga Rp.5000 dan rokok sampoerna mild seharga Rp. 3000.


Setelah saya hitung secara terperinci hasil akhirnya adalah Rp. 57.000.


Saya berpikir mengapa uang saya hanya tinggal Rp. 15.000 saja padahal seharusnya masih bersisa Rp. 63.000?


Damn, ternyata terlalu keranjingan main playstation 3 di rental membuat uang mingguan saya defisit akut dan itulah penyebab uang saya hanya bersisa Rp. 15.000.


Dan akhirnya setelah menyesal karena telah menghambur-hamburkan uang akhirnya saya hanya bisa melamun, bengong serta bersikap sok cool saja seolah baru mendapat uang dua miliar. gengsi bagi saya untuk meminta uang lagi kepada orang tua karena jawabannya pasti TIDAK. hahahaha


Saya pun akhirnya menerima dengan ikhlas tentang kepailitan dompet saya dan lebih memilih untuk berdiam diri di rumah sambil membaca buku yang memang belum saya selesai baca.




adakah yang berminat memberi saya uang ini :D

Rabu, 08 Juni 2011

Saya Rindu Bulan Ramadhan !!!

saya rindu bulan ramadhan sebab banyak tukang makanan.
saya rindu bulan ramadhan sebab ada banyak suara petasan.
saya rindu bulan ramadhan sebab mesjid dan mushola selalu ramai.
saya rindu bulan ramadhan sebab semua orang menjadi dermawan.
saya rindu bulan ramadhan sebab tidak ada kuliah jam 8 pagi.
saya rindu bulan ramadhan sebab hanya bulan itulah keluarga kami selalu makan bersama-sama di meja makan.


Malam Hari, Kakek-Nenek, Pemabuk serta Pelacur

Waktu menunjukan pukul 11.04 malam ketika saya merasa mulai lapar dan juga mulai merasa rumah bukanlah tempat yang menyenangkan lagi. dalam sekejap saya melihat handphone saya dan tidak ada sms atau panggilan tidak terjawab di handphone saya .

singkat cerita, saya melihat televisi dan saya melihat film Rocky Balboa. awalnya saya tertarik menonton film tersebut tetapi berhubung perut saya sudah kelaparan saya-pun berinisiatif pergi mencari makanan. dengan bermodalkan motor butut, bensin yang tidak terlalu full dan uang Rp. 20000, saya berjalan berburu kuliner di tengah malam yang saya bilang suasananya lumayan cukup ramai.

baru sampai di depan gang, saya melihat dua preman sedang meminum-minuman keras. saya tak peduli dengan preman tersebut beserta minuman kerasnya, sayapun melanjutkan perjalanan ke arah depok timur, sekitar 15 menit kemudian saya melihat seorang kakek dan seorang nenek berjalan bersama di tengah malam yang dingin dan diantara lalu lalangnya kendaraan yang lewat. saya mulai berpikir begini,
'apakah di kota ini sudah tak ada orang baik hati ?'
'apakah tak ada orang yang ikhlas untuk mengajak kakek dan nenek itu menginap barang sehari saja?'
terlalu banyak orang tak mampu dan yang membutuhkan belas kasihan di negeri ini.

tetapi dari kakek dan nenek tersebut saya mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga, sang nenek tetap mengikuti si kakek walaupun si kakek dalam keadaan yang susah dan menyedihkan.
(kita tidak akan beromantis-romantis ria dalam notes ini)

jauh-jauh saya mencari makanan sampai depok timur tetapi ternyata di dekat rumah saya menemukan makanan, saya memesan nasi goreng dan es teh manis lalu setelah pesanan kuliner saya dihidangkan di atas meja saya pun melahap makanan yang tadi saya pesan.
selesai makan, saya ke warung rokok yang tepat berdiri gagah di samping di tukang nasi goreng untuk membeli rokok. saya pun merokok dan duduk sambil melamun melihat ke arah seberang yang dipenuhi para wanita yang ber'profesi sebagai pelacur dan para lelaki hidung belang. para lelaki hidung belang itu bagaikan dracula yang menatap para pelacur itu layaknya darah yang segar.
ada apa dengan lingkungan tempat saya tinggal, dimana para pemuka agama? dimana pihak yang berwajib (yang katanya mempunyai slogan melawan penyakit masyarakat dan melayani masyarakat)? mengapa mereka seolah tidak peduli dengan perilaku masyarakat yang sudah melanggar kaedah kesusilaan ini.
saya tidak munafik bahwa saya adalah bukan orang yang rajin beribadah tetapi saya adalah orang yang masih bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
tanpa terasa 4 batang rokok telah saya habiskan dan saya beranjak pulang dengan perasaan yang campur aduk ..

Terlibat Dalam Diskusi Erotis Murahan

Saat ini merupakan siang yang sangat panas, walaupun jam sudah menunjukan pukul 03.54 sore tapi panasnya tetap menyengat bagi saya yang memang belum mandi semenjak 2 hari yang lalu dan tentu saja itu membuat tubuh saya kepanasan bagaikan ikan dugong yang tersesat di padang pasir. Setelah berpikir selama beberapa menit akhirnya saya memutuskan untuk membeli sebuah minuman bersoda di warung yang berjarak sekitar 80 meter dari rumah saya.

7 menit kemudian sampailah saya di warung tersebut, saya langsung membeli setengah bungkus rokok dan minuman bersoda Bigc*la lalu meminumnya beberapa tegukan dan segera duduk di bangku kayu yang sudah sedikit lapuk. setelah sedikit berbasa basi dengan 'si akang" pemilik warung akhirnya saya melamun, melamun melihat padatnya jalan raya dan juga segerombolan orang yang baru saja pulang bekerja di pabrik.

Baru sebentar saya melamun lalu datanglah 2 orang teman saya yang berniat membeli rokok dan merekapun menegur saya yang terlihat sedang melamun. tanpa 'ba bi bu' mereka yang memang 'pemburu wanita sejati' meminta bantuan saya agar mereka berdua dicarikan pacar. hahahaha (damn, saya saja berstatus menduda dan bodohnya mereka minta tolong dicarikan pacar kepada orang yang juga sama-sama berstatus menduda)

Mereka pun langsung bercerita tentang tipe wanita yang mereka idam-idamkan. keduanya mempunyai pandangan yang berbeda tentang wanita. teman saya yang satu memandang wanita lebih kepada fisik sedangkan yang satu lagi lebih kepada kepribadiannya. saya yang hanya mendengarkan sambil merokok mendadak batuk ketika teman saya yang 'si pencinta fisik sejati' menceritakan bahwa tadi dia melihat seonggok wanita memiliki (maaf) payudara yang sangat besar dan dia langsung berkata, 'cewek yang tadi tuh tipe gue banget men'. (what the hell?). setelah batuk mendengar kalimat bodoh tersebut saya pun tertawa dan teman saya yang satu nya lagi hanya menggelengkan kepalanya. sebenarnya saya ingin mengingatkan bahwa melihat tubuh wanita dengan mata telanjang itu tidak sopan dan juga berdosa tapi daripada saya dan dia debat kusir dan efek dari semua itu adalah diskusi erotis murahan ini makin panjang maka saya diam saja.

saya diam ...
saya diam ...
saya diam ...
saya diam ...
saya berpikir ...

jika semua dilihat dari bentuk badan yang langsing, muka yang cantik dan tinggi yang semampai lalu bagaimana dengan wanita yang jelek?
matilah gue, walaupun saya bukan wanita yang jelek karena saya seorang lelaki tulen tetaplah saya masuk dalam kriteria jelek dan tidak akan diidolai wanita muda zaman sekarang . hahahaha
sedikit mengutip quote Patrick Star: 'aku jelek dan aku bangga.' :D

Tips Mendongkrak IPK Jelek

Tips Mendongkrak IPK Jelek

Memperoleh banyak nilai “A” tidak menjamin sukses dikemudian hari, tapi juga tidak ada ruginya untuk dicapai. IPK yang tinggi akan membuat anda memiliki kesempatan untuk menghasilkan lebih banyak uang, sekolah lebih lanjut, atau memperoleh pekerjaan tertentu dalam karir anda. Jika ada sudah menghabiskan jutaan rupiah untuk kuliah anda, sebaiknya anda memanfaatkannya sebaik mungkin bukan?

Kunci keberhasilan dalam akademi adalah disiplin dan efisien dalam kebiasaan belajar. 7 Strategi dibahwan ini akan membantu anda meningkatkan IPK anda sekaligus meminimalkan stres dan memaksimalkan waktu belajar anda.

1. Masuklah kedalam kelas – mungkin hal ini terdengar bodoh, tapi ini sangat penting. banyak dosen yang mengajar langsung lewat power point atau menggunakan hand out. Hal tersebut akan membuat anda sangat tergoda untuk meninggalkan kelas, anda akan terpancing untuk meng-kopi bahan yang akan diajarkan dan berusaha belajar sendiri. Walaupun anda memiliki pembelaan terhadap hal yang satu ini, suatu saat anda akan menghadapi masalah, yaitu: Penjelasan verbal yang mendetail yang menjadi kunci untuk mengerti materi kuliah.
- kesempatan untuk bertanya dan mendengarkan pertanyaan dari mahasiswa lain.
- Pengumuman-pengumuman yang tidak terduga
- Kesempatan mendapatkan nilai tambah

Perhatikan juga bahwa membolos dapat mengurangi reputasi anda. Dalam banyak kasus banyak sekali nilai yang diberikan secara subyektif. Jika anda sering membolos anda tidak akan mendapat rasa hormat dari dosen. Mereka akan bertanya mengapa saya harus memberikan anda B+ bukan A-?

2. Duduklah di baris terdepan – Duduk di baris terdepan tidak hanya meberikan anda rasa percaya diri, tapi juga akan mebuat anda terhubung dengan si pengajar. Anda akan terlihat sebagai siswa teladan dan mendapat perhatian dari pengajar. Anda juga akan lebih mudah mempertahankan fokus dan merasakan diri sebagai partisipan bukan hanya pendengar yang pasif.

3. Buatlah catatan kaki – Efek negatif dari Era PowerPoint adalah membuat mahasiswa menjadi malas mencatat. Membuat catatan kaki akan meningkatkan nilai anda, karena anda akan memperhatikan lebih banyak, dan kegiatan menulis akan membuat ingatan anda akan materi menjadi lebih baik. Catatan kaki anda akan menjadi referensi yang akan memjembatani anda antara konsep tertulis dan penjelasan verbal si pengajar. Ini adalah kunci sebuah pembelajaran yang efisien.

4. Lakukan review setiap minggu – Maslah yang paling sering dialami oleh siswa adalah mencoba menelan semua materi sepanjang semester dalam satu malam. Hal ini adalah sebuah Mission Imposible. Anda akan merasakan lebih banyak kemudahan dengan mencicil. Setidaknya sekali dalam seminggu, lakukanlah review mingguan. Anda hanya membutuhkan paling banyak 20 menit untuk mebuat anda terbiasa dengan materi. Melakukan usaha sedikit demi sedikit akan membantu mengurangi beban anda sehari sebelum ujian.

5. Temui para dosen pada jam kerja – Profesor biasanya akan dapat ditemui pada jam-jam kantor dimana mereka sedang tidak mengajar. Gunakan kesempatan ini untuk bertanya seputar tugas atau materi yang tidak anda mengerti. Pertama hal ini akan membantu anda terutama pada hal-hal yang anda tidak pahami. Kedua anda akan membangun reputasi sebagai mahasiswa yang gigih.

6. Temukan orang pintar untuk anda ajak kerjasama – Dalam mata kuliah yang membutuhkan kerjasama kelompok, hal ini menjadi sangat penting. Tidak ada yang mau berada satu kelompok dengan para pemalas yang membuat anda mengerjakan segala sesuatunya sendiri dan berakhir dengan nilai jelek. Kualiats pembelajaran anda akan terkait dengan sikap orang-orang yang anda ajak kerjasama. Bekerja dengan orang-orang pintar akan memancing anda untuk berdiskusi. Cara terbaik untuk mengerti sebuah topik adalah dengan membicarakannya dengan orang-orang pintar.

7. Hindari begadang semalaman untuk belajar – Biasanya menjadi seorang yang seperti ini berarti anda mencoba memasukan semua yang ada dalam satu semester pada satu malam. Jika anda menggunakan strategi semacam ini, anda akan gagal. Anda akan menjadi cepat stres dan frustasi karena anda seperti dikejar-kejar waktu. Anda juga memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk melupakan apa yang telah anda pelajari, jadi hindarilah begadang semalaman!!

Dan Saya Pun Jatuh Cinta

Seperti nya memang sudah kodratnya bahwa wanita lebih menginginkan pria yang ganteng dan kaya daripada pria yang berwajah pas-pasan tapi ceria. saya yang menyadari bahwa saya adalah tipe pria jelek dan ceria harus mengakui bahwa pria ganteng dan kaya merupakan kompetitor terberat saya dalam mendapatkan wanita yang sudah 1 tahun saya sukai.

Bodohnya lagi adalah wanita yang saya sukai merupakan mahasisiwi yang satu kampus dengan saya. Sialan!!
apakah saya bodoh, saya jawab YA!!
Saya mempunyai prinsip jika wanita itu merupakan teman akrab saya maka saya tidak akan menyatakan perasaan ke wanita tersebut, dan saya melakukan itu (yeah). bagi saya berteman itu lebih penting daripada berpacaran dan saya tidak mau melanggar prinsip tersebut.

Layaknya sinetron murahan, saya memandangi wanita yang saya sukai secara diam-diam dan sang wanita pun tidak menyadari bahwa saya sedang memandanginya. selama 4 hari dalam seminggu saya melihatnya datang tergesa-gesa ke kampus karena takut terlambat masuk kelas dan selama 4 hari tersebut saya melihat senyumnya yang selalu mengembang dibalik mukanya yang memang enak untuk dilihat.

Akan tetapi ternyata yang menyukai wanita itu terlalu banyak, mulai dari pria ganteng bermobil yang pintar main piano hingga ke mahasiswa metroseksual yang menurut saya kurang macho. hahaha
Damn, peduli setan.
Yang saya lakukan hanya melihat senyumnya dan tentu saja hal itu tidak menggangu siapapun.

Nb: Cinta itu norak :D



Daydreaming and Screaming?

W: you freak & stupid, man.
P : why?
W: you always daydreaming & screaming, why?
P  : i like it, is there a problem with that?
W : what did you think in your imagination and who is really mean to call in a shout that?
P  : i think about this world & all its problems and scream to god hear my prayer.
W : what is your prayer?
P  : although i do not know you, i pray that you always get the best and pray that i always ask God for this world.
W : you interest, you different from most people out there. when they hurt someone else, you even pray for others and not selfish.
P  : thank you, my life is enough chaos. there is no point also I was being selfish. (little smile)