Jumat, 29 Juli 2011

Hai Dunia :D

Saya ingin memberi tahu ternyata hidup itu 80% menyenangkan dan 20% sisanya mungkin diisi dengan hal-hal yang menyedihkan atau membuat kita menangis.
Di bawah ini adalah beberapa foto di hidup saya yang dua puluh empat foto diantaranya merupakan kejadian yang menyenangkan, penuh suka cita dan satu foto sisanya adalah foto yang membuat saya menangis tersedu-sedu di kamar 3 tahun lalu.

Kamis, 28 Juli 2011

Yayaya. Aktif Tapi Kau Bodohi

Akhirnya selesai juga gadis manis.
Ya selesai, tamat mungkin lebih tepatnya.
Lelah, semua pola aktif-ku hanya kau anggap polusi lalu kau buang jauh tak berarti
Mati, terdistorsi dan sunyi.

Awalnya memang positif tapi lambat laun menjadi negatif, amat negatif.
Semula senyum dan sifat ceriamu sangat menginspiratif bahkan membuat adiktif akan tetapi lama-kelamaan menjadi intransitif.
Kelam, suram, gelap.
Biarkan terpuruk, jangan sadarkan aku meskipun ini mimpi buruk.

Hoppipolla, Selamat tinggal, Sampai jumpa di neraka.
Kita akan selalu tetap berteman  :)

Minggu, 24 Juli 2011

Skala Prioritas

Tidak cukupkah dicaci, sehingga perlu kau bandingkan dengan benda mati.
Semuanya akan pergi, kesal tidak pernah kau anggap tinggi.
Semesta benci melihatmu selalu over-reaktif dan agresif padahal matahari hanya mencoba positif.
Ayolah, semburat emosi takkan memberikan solusi.

Perspektif-mu tentang hidup sungguh sangat basi, terlihat sekali hal itu di-manipulasi.
Sebenarnya kita sama, setara dan senada.
Bangunlah dari mimpimu, rasakan dan nikmati hujan mencumbu dirimu.
Tak perlu memikirkan neraka, Cakrawala sedang menaruh kita di dunia berwarna jingga. 

Skala Prioritas ....,

Sabtu, 23 Juli 2011

Epta Tonous

Hari ini saya sudah punya rencana, nonton Epta Tonous di kedutaan Belanda. Awalnya saya buta tentang konser paduan suara, di benak saya konser paduan suara hanya sekumpulan orang-orang menyanyikan lagu-lagu secara beramai-ramai dan tentunya dengan suara-suara 'ajaib-nya' (ya, hanya itu saja). Ternyata salah men, konser paduan suara itu ternyata menakjubkan. Emosi saya yang mendadak naik turun karena kemacetan jalan di ibukota mendadak mereda setelah menyaksikan Epta Tonous.

Entahlah, kata apa yang tepat untuk menggambarkan betapa saya begitu takjub dengan sekumpulan penyanyi yang memiliki suara yang sungguh spektakuler. Bagi saya menyaksikan konser paduan suara itu romantis sekali, saya juga bingung kenapa saya bilang romantis. Sebenarnya saya ingin melompat ketika sekumpulan manusia bersuara indah itu menyanyikan sebuah lagu yang bernada riang gembira pada saat penutupan perform mereka. Entahlah apa judulnya lagu itu tetapi saya malu, di dalam gedung tempat mereka bernyanyi mayoritas adalah manusia berstrata borjuis ataupun kapitalis, sedangkan saya hanya seorang makhluk proletar bin marjinal, entah apa yang ada di benak mereka jika saya melompat-lompat.

Malam yang hebat, Great Performance ..


Ps: Akhir dari cerita ini adalah saya lagi-lagi tidur di jalan, ya di pinggir jalan raya dan emperan toko. Alasannya klasik, saya pulang terlalu malam, orang rumah tidak ada yang sudi membukakan pintu jam 2 pagi. haha.

Minggu, 17 Juli 2011

Tergerak Koma

20 tahun penuh warna, 20 tahun mengelilingi cakrawala.
Dunia bercerita, kita penuhi dengan gelak tawa.
Awalnya kita buta, pada akhirnya kita koma.
Di tepian jalan raya, kita terpana & menggila.

Mari kita duduk sebentar, kita ber-narasi lalu berimajinasi.
Apakah kau tahu gadis manis, aku rindu tapi suaraku membisu.
Satu kata mengundang murka, beribu aksara mendadak tak berguna.
Semuanya seperti di-rekayasa, semua hiperbola.

Wajahmu pucat, Aku tercekat.
Kini hanya tinggal kita bertiga. Aku, kamu dan semesta.
Kamu yang kapitalis dan aku yang mencoba selalu idealis.
Kamu yang selalu primer, aku yang hanya sekunder bahkan tersier.

Kamu kelihatan lelah, Lebih baik aku tuntun kau menuju ke rumah.
Jika nanti setibanya di rumahmu, jangan panggil namaku.
Wajahmu membuatku adiktif, mengingatmu terkadang membuat emosiku fluktuatif.
Kita usai, semesta memutuskan untuk selesai.

Sabtu, 16 Juli 2011

Hujan Dan Minuman Bersoda

Hari ini saya ingin menulis tapi bukan tulisan yang isinya dengan kesuraman ataupun kegalauan seperti tulisan bodoh saya yang lalu-lalu. Setelah 10 menit, 20 menit dan 30 menit berpikir akhirnya saya mengakui bahwa saya tidak mendapatkan inspirasi dan akhirnya saya memutuskan untuk membeli rokok serta sekaleng minuman bersoda murahan. Saat bertransaksi dengan sang penjual ternyata hal yang ditakutkan terjadi, Hujan. Saya bingung, bagaimana bisa pulang lalu menikmati minuman bersoda & rokok ini. Akhirnya setelah membuat sang penjual kesal (karena saya yang tadinya berniat membeli rokok satu bungkus tapi dikarenakan hujan akhirnya membeli satu batang saja) akhirnya memutuskan menghabiskan rokok sebatang itu terlebih dahulu dan berniat pulang sambil hujan-hujanan

Ternyata hujan-hujanan sambil meminum minuman bersoda itu keren men. Saya berasa pria paling macho sedunia-akherat. Disaat yang lain takut akan hujan, saya sendirian malah 'menantang' hujan. Saya berpikir, mengapa kebanyakan orang takut akan hujan? Padahal hujan itu rahmat tuhan, menjauhi hujan sama saja menjauhi rahmat tentunya.

Perjalanan dari warung yang sebenarnya berjarak dekat, saya buat memutar agar lebih jauh (sedikit). Saya melewati kubangan air yang berwarna keruh dan saya ingin mengulangi perbuatan disaat saya kecil yaitu mencuci kaki saya di air keruh tersebut, ternyata menyenangkan. haha. Bermain terlalu khusyuk di kubangan air membuat saya melupakan nasib minuman bersoda yang tadi saya beli. Minuman yang baru saya minum setengah ternyata telah bercampur air hujan, daripada mubazir maka saya tetap meminum minuman bersoda bercampur air hujan tersebut dan rasanya adalah aneh. hahahaha

Sudahlah, ini waktunya pulang. Hujan lebat seperti ini beresiko untuk tersambar petir. Saya berjanji apabila hujan lebat seperti ini lagi saya akan mengajak teman-teman sebaya saya untuk mandi hujan-hujanan. Jika ditanya apakah saya malu mandi hujan-hujanan? Tentu tidak, karena saya mandi hujan-hujanan memakai baju dan tidak telanjang tentunya. hahahaha

Jumat, 15 Juli 2011

Monolog Dua Arah

O: Lo udah tidur?
C: Belum, kenapose lips?
O: Bahasa sms lo makin berantakan aja deh, haha. Cowok lo anak Farmasi ye?
C: Hahahaha, maap ya, lagi stress. Punya cowok juga kaga lip, gosip aja dah. hahaha
O: Lo mah stress mulu, haha. Makanya ada gosip yang beredar gue tanyain langsung, lo kan mentor gue. hahahaha
C: Haha, dasar lo. Gosipnya siapa tuh yang nyebarin? Kaya gimana gosipnya lips?
O: Penasaran juga kan lo, haha. Kaga, cuma gara-gara jejaring sosial doang makanya timbul gosip, nggak usah dipikiranlah. haha. Ada yang lupa, avatar di twitter lo sluuurrrrrpppp-lah. haha
C: Ooo, yang ngajak cek-in tadi ya? yang itu bukan? hahahaha, yang mana lips, gue penasaran. Wooow, makasih lips.
O: Yang ngajak cek-in yang mane? gue juga kaga tau yang cek-in mau ngapain, haha. Kita ngomongin apa sih nih? gue kaga ngerti, haha. Nah gitu dong, kalo foto buat avatar twitter bedakan dulu. hahahaha
C: Hahahaha, terus yang lo bilang anak farmasi itu yang mana? aduh. Gue juga bingung lips, haha. Kasih tau kenapa, biar gue kaga penasaran. Haha, siake. Kesannya gue kaga pernah bedakan. Emang lo online twitter lips? kok lo kaga ada di timeline?
O: Gue mana pernah online jejaring sosial. Facebook udah almarhum, twitter juga bentar lagi nasibnya juga sama kaya facebook, haha. Gue ngeliat avatar lo kemaren pagi tau. haha. Ada deh anak farmasi. Gue pernah lihat pas makan di farmasi, muka nye sebelas-dua belas sama lo dah. haha
C: Yahahaha, olip mah. Jangan di almarhumin dong twitter-nya, cukup facebook aja. Hah, di farmasi? siapa sih? cowok (yaiyalah)? haha. Penasaran aja lips.
O: Haha, biarin twitter gue mokat, yang penting blog gue kaga mokat. Harta gue tuh. haha. Iyalah cowok masa bencong sarimi (bencong yang keluar sore-sore, kadang-kadang lupa dandan terus masih ada kumis-nye). Yang gue denger-denger mah gara-gara lo ngomentarin foto doang di facebook. haha. Hebat ya temen-temen kita, cepet banget kalo ada gosip. haha.
C: Yahahaha, dasar lo. Bencong sarimi? haduh, bahasa lo lips, ngakak gue bacanya. hahaha. yang mana sih lips? gue penasaran sumpah?
O: Iya dong bencong sarimi, bahasa pasukan cupang itu. Lagi jaman sekarang kalo lagi galau terus nyewa bencong sarimi buat nari-nari di depan kita. haha. Gue inget namanya, namanya -----. Dulu pernah disebut ----. 
C: Hahahaha, lo mau apa ngeliat si bencong sarimi itu joget-joget di depan lo? tapi kayanya kocak juga itu. Berapa tuh bayarannya? hahahaha. Ooo, -----. jiahahaha. Kaga lips, dia mah temen gue doang. hahahaha

Entahlah, sebenarnya saya ingin mengetik isi percakapan kami selanjutnya tapi apa daya ternyata ada beberapa kata dari tulisan saya yang sepertinya membuatnya marah dan itu tidak pantas dibaca oleh khalayak luas. Ketakutan saya terbukti, saya takut kehilangan teman. Saya takut teman itu menjauh lalu menyudahi kisah pertemanan ini. Saya mengakui, saya salah, saya minta maaf. 



Kamis, 07 Juli 2011

Melelahkan

Melelahkan, Saya sudah 10 jam non-stop mengerjakan tugas kajian media & budaya yang menyebalkan ini. Masih ada beberapa tugas lagi yang belum diselesaikan. Tapi saya harus segera beristirahat atau lebih tepatnya tidur. Pilek disertai Batuk mungkin bukan teman yang ideal jika terus disertai rokok. Saya hanya berharap, Indeks Prestasi saya semester ini meningkat melebihi angka 3. Angka 3 yang menurut saya hanyalah sebuah angka yang biasa saja tetapi angka 3 yang bagi orang tua saya adalah angka yang spektakuler. Ini semua hanya tentang angka 1, 2, 3 bahkan nyaris 4 dan tentang A, B sampai dengan E.

Jumat, 01 Juli 2011

Progo (Kereta api rakyat yang merakyat)

Apakah anda pernah pergi jarak jauh dengan kereta ekonomi?
Jarak yang cukup jauh semisal Jakarta-Yogyakarta?
Beberapa bulan lalu saya bersama 2 orang teman saya berniat pergi tanpa arah dan tujuan. Awal rute kami sebenarnya hanyalah keluar dari kota yang telah 19 tahun saya tempati ini dan entah kenapa Yogyakarta atau biasa kami menyebutnya Jogja menjadi tujuan akhir kami. bermodalkan uang tidak lebih dari Rp. 190.000 saya pergi dengan sejuta pengharapan. (berlebihan)

Saya kira perjalanan malam hari tidak akan membuat saya terkena wabah gerah alias kepanasan dalam kereta tapi semua itu salah. Entah karena kereta Progo ini berjalan pelan atau memang karena suasana kereta yang penuh sesak maka hawa di kereta ini menjadi panas ditambah gerah.

Gujes gujes tuuuut tuuut tuuut ......
Awalnya saya merasa kesal dengan suasana kereta ini tapi lama-kelamaan saya prihatin dengan keadaan kereta ini.  Saya yang memang sudah pernah menaiki kereta eksekutif agak miris melihat keadaan di kereta ini. Jangankan untuk duduk, mungkin untuk bernafas pun susah. Jika kereta eksekutif dilengkapi dengan area khusus merokok, maka jangan ditanyakan kereta ekonomi ini, semua lelaki bebas merokok kapan saja dan tentu membuat udara di dalam kereta semakin pengab. Bagaimana suasana toilet di kereta ini?, tentu saja bau pesing dan yang lebih tragisnya gayung untuk menyiram air seni pun memakai gelas air mineral. 

Sebenarnya kereta api ini melatih kita untuk menjadi atlet. Apabila anda tidak mendapatkan tempat duduk maka persiapkan kaki anda untuk berdiri setidaknya beberapa jam sampai ada orang yang berbaik hati anda memberi anda duduk. Jika anda penumpang cengeng yang terbiasa menaiki kereta eksekutif maka saya berani bertaruh bahwa anda tidak akan kuat menjalani hukuman fisik seperti ini.

Ada hal yang menarik dari kereta ini, kereta ini pasti selalu mengalah dan dikalahkan dengan oleh kereta yang kastanya lebih tinggi, entah itu bisnis maupun eksekutif. Dan yang lebih mengesalkan lagi adalah jika kereta ini mesti mengalah mau tidak mau kereta ini harus berhenti menunggu kereta yang kastanya lebih tinggi lewat dan tentu saja udara di dalam kereta semakin pengab. sialan ..

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kereta Progo ini, contohnya adalah melatih kesabaran dengan banyaknya 'cobaan' yang diantaranya berupa pedagang asongan yang menganggu kita saat kita tertidur setengah pulas bahkan tindakan vandalisme berupa timpukan atau sambitan batu dari warga yang berdomisili di tepi rel (saya dan seluruh penumpang kereta ini pastilah wong cilik, mengapa kami mesti ditimpuk dan disambit batu layaknya kami maling?). Selain itu, banyak pelajaran kewarganegaraan sekolah dasar yang dapat kita ambil hikmahnya dari kereta ini, kita menjadi lebih mempunyai rasa belas kasihan ketika ada seorang tua renta yang sudah berjam-jam berdiri dan memberinya tempat duduk walau hanya sebentar. Kita juga bisa mempelajari ilmu komunikasi dan antropologi sosial budaya dari kereta ini, contohnya adalah saya menjadi orang yang lebih komunikatif karena ketika dua orang teman saya tertidur maka mau tidak mau saya mengajak ngobrol orang yang berada di sebelah bangku saya dan membicarakan banyak hal dari mulai Jakarta yang macet sampai pemerintahan bangsa ini yang sudah kacau balau, sedangkan ilmu antropologi sosial budaya dapat dipelajari adalah ketika saya yang beretnis betawi bertukar kebudayaan dengan seorang mas-mas beretnis jawa dengan cara saya mengajarkan bahasa betawi yang saya punya dengan falsafah dan pemikiran orang jawa yang mas-mas itu kuasai.

Jika ditanya apakah menyenangkan naik kereta ekonomi?
Akan saya jawab, 'menyenangkan karena banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dari kereta ekonomi dan yang harus diingat adalah mereka yang menaiki kereta ekonomi ini adalah rakyat dalam arti yang sesungguhnya, atau bisa disebut rakyat kecil'.





Beginilah suasana ketika kereta sedang berhenti sambil menunggu kereta yang kastanya lebih tinggi lewat mendahului kereta ekonomi ini, beruntung sebagian penumpang laki-laki memilih turun dari kereta untuk sekedar merokok dan membuat suasana tidak sumpek-sumpek amat ..