Apakah anda pernah pergi jarak jauh dengan kereta ekonomi?
Jarak yang cukup jauh semisal Jakarta-Yogyakarta?
Beberapa bulan lalu saya bersama 2 orang teman saya berniat pergi tanpa arah dan tujuan. Awal rute kami sebenarnya hanyalah keluar dari kota yang telah 19 tahun saya tempati ini dan entah kenapa Yogyakarta atau biasa kami menyebutnya Jogja menjadi tujuan akhir kami. bermodalkan uang tidak lebih dari Rp. 190.000 saya pergi dengan sejuta pengharapan. (berlebihan)
Saya kira perjalanan malam hari tidak akan membuat saya terkena wabah gerah alias kepanasan dalam kereta tapi semua itu salah. Entah karena kereta Progo ini berjalan pelan atau memang karena suasana kereta yang penuh sesak maka hawa di kereta ini menjadi panas ditambah gerah.
Gujes gujes tuuuut tuuut tuuut ......
Awalnya saya merasa kesal dengan suasana kereta ini tapi lama-kelamaan saya prihatin dengan keadaan kereta ini. Saya yang memang sudah pernah menaiki kereta eksekutif agak miris melihat keadaan di kereta ini. Jangankan untuk duduk, mungkin untuk bernafas pun susah. Jika kereta eksekutif dilengkapi dengan area khusus merokok, maka jangan ditanyakan kereta ekonomi ini, semua lelaki bebas merokok kapan saja dan tentu membuat udara di dalam kereta semakin pengab. Bagaimana suasana toilet di kereta ini?, tentu saja bau pesing dan yang lebih tragisnya gayung untuk menyiram air seni pun memakai gelas air mineral.
Sebenarnya kereta api ini melatih kita untuk menjadi atlet. Apabila anda tidak mendapatkan tempat duduk maka persiapkan kaki anda untuk berdiri setidaknya beberapa jam sampai ada orang yang berbaik hati anda memberi anda duduk. Jika anda penumpang cengeng yang terbiasa menaiki kereta eksekutif maka saya berani bertaruh bahwa anda tidak akan kuat menjalani hukuman fisik seperti ini.
Ada hal yang menarik dari kereta ini, kereta ini pasti selalu mengalah dan dikalahkan dengan oleh kereta yang kastanya lebih tinggi, entah itu bisnis maupun eksekutif. Dan yang lebih mengesalkan lagi adalah jika kereta ini mesti mengalah mau tidak mau kereta ini harus berhenti menunggu kereta yang kastanya lebih tinggi lewat dan tentu saja udara di dalam kereta semakin pengab. sialan ..
Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kereta Progo ini, contohnya adalah melatih kesabaran dengan banyaknya 'cobaan' yang diantaranya berupa pedagang asongan yang menganggu kita saat kita tertidur setengah pulas bahkan tindakan vandalisme berupa timpukan atau sambitan batu dari warga yang berdomisili di tepi rel (saya dan seluruh penumpang kereta ini pastilah wong cilik, mengapa kami mesti ditimpuk dan disambit batu layaknya kami maling?). Selain itu, banyak pelajaran kewarganegaraan sekolah dasar yang dapat kita ambil hikmahnya dari kereta ini, kita menjadi lebih mempunyai rasa belas kasihan ketika ada seorang tua renta yang sudah berjam-jam berdiri dan memberinya tempat duduk walau hanya sebentar. Kita juga bisa mempelajari ilmu komunikasi dan antropologi sosial budaya dari kereta ini, contohnya adalah saya menjadi orang yang lebih komunikatif karena ketika dua orang teman saya tertidur maka mau tidak mau saya mengajak ngobrol orang yang berada di sebelah bangku saya dan membicarakan banyak hal dari mulai Jakarta yang macet sampai pemerintahan bangsa ini yang sudah kacau balau, sedangkan ilmu antropologi sosial budaya dapat dipelajari adalah ketika saya yang beretnis betawi bertukar kebudayaan dengan seorang mas-mas beretnis jawa dengan cara saya mengajarkan bahasa betawi yang saya punya dengan falsafah dan pemikiran orang jawa yang mas-mas itu kuasai.
Jika ditanya apakah menyenangkan naik kereta ekonomi?
Akan saya jawab, 'menyenangkan karena banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dari kereta ekonomi dan yang harus diingat adalah mereka yang menaiki kereta ekonomi ini adalah rakyat dalam arti yang sesungguhnya, atau bisa disebut rakyat kecil'.
Jika ditanya apakah menyenangkan naik kereta ekonomi?
Akan saya jawab, 'menyenangkan karena banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dari kereta ekonomi dan yang harus diingat adalah mereka yang menaiki kereta ekonomi ini adalah rakyat dalam arti yang sesungguhnya, atau bisa disebut rakyat kecil'.
Beginilah suasana ketika kereta sedang berhenti sambil menunggu kereta yang kastanya lebih tinggi lewat mendahului kereta ekonomi ini, beruntung sebagian penumpang laki-laki memilih turun dari kereta untuk sekedar merokok dan membuat suasana tidak sumpek-sumpek amat ..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar