Siti Marmah adalah seorang wanita yang menurut saya mempunyai sifat yang tegas akan tetapi sangat baik hati sekali. Orang inilah yang mengajarkan saya ketika saya masih sangat kecil bahwa perempuan adalah sebuah makhluk yang harus dilindungi dan tidak boleh disakiti (secara fisik seperti memukul dan sebagainya). Perempuan berumur 47 tahun ini selalu mengingatkan saya (dan semua anak laki-lakinya) jika emosi dan kekerasan bukanlah solusi utama menyelesaikan masalah. Baginya, kesabaran dan kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimanapun. Terkadang Siti Marmah adalah orang yang menyeramkan. Menjawil telinga dan mencubit dilakukannya ketika saya tidak mau belajar, terlalu banyak bermain dan juga tidak mau beribadah. Perempuan berambut keriting ini juga seorang guru yang hebat. Ketika saya kecil ia bisa membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah saya. Siti Marmah adalah segalaaaaanya bagi saya. Tidak ada yang bisa menandingi kecantikannya bahkan Paris Hilton pun tidak dapat menandingi kecantikannya. Siti Marmah adalah seorang ibu yang perkasa. Walaupun saat ini ia sedang sakit, tidak menghalanginya untuk mencari nafkah supaya ketiga anaknya dapat meraih titel "Sarjana".
Muhammad Taufik Sidik, Seorang pensiunan pegawai negeri Departemen Pertanian yang menurut saya sangat pendiam. Dibanding ibu saya, bapak kelahiran menteng ini lebih kalem dan mampu mengontrol emosinya. Pria berkumis yang biasa dipanggil tetangga dengan nama panggilan "Topik" ini dulunya adalah pecandu rokok. Sampai sekarang saya tidak tau mengapa ia berhenti merokok. Muhammad Taufik Sidik adalah orang yang mengajarkan saya menaiki sepeda dan bermain kelereng. Ketika saya kecil, dia adalah orang yang menggendong saya ketika saya sakit dan selalu memaksa saya minum obat. Saat ini, saya dan Muhammad Taufik Sidik mempunyai hobi yang sama, hobi itu adalah mengurus ikan hias di dalam akuarium yang baru ia beli dari tetangga.
Terkadang percekcokan terjadi antara saya, Muhammad Taufik Sidik dan juga Siti Marmah. Awalnya semua memang saling keras kepala akan tetapi kesabaran Muhammad Taufik Sidik dan juga Siti Marmah ternyata mampu membuat emosi saya yang memang sekeras baja mampu luluh juga. Hey, Muhammad Taufik Sidik dan Siti Marmah. Cinta saya terhadap kalian tidak akan pernah bisa dihitung dalam bentuk materi. Kalian adalah pahlawan, setidaknya bagi saya ..