Ternyata menyesakan ketika seorang wanita yang kau idam-idamkan untuk menjadi calon ibu bagi anak-anakmu mempunyai pilihan takdirnya sendiri.
Bagaimana manusia biasa seperti saya harus bereaksi, haruskah frustasi?
Apakah harus menyerah dan mengakui ketidak-tampanan saya pada dunia?
Sialan, Saya terjerembab pada sebuah kotak kaca bernama kegalauan.
Mengumpat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar