Hai Dunia. Sudah lama kita tidak bersua. Apa kabarmu? Apakah tetap abnormal dan bermasalah seperti biasanya?
Beberapa hari belakangan ini saya sibuk sekali. Entah sibuk apa, mungkin menyibukan diri lebih tepatnya. Tidak ada yang ‘luar biasa’ minggu ini. Layaknya kemarin dan kemarinnya lagi semuanya seperti biasa saja alias datar. Akan tetapi walaupun datar semuanya tetap diiringi dengan senyum & gelak tawa dan itu semua tetaplah menyenangkan.
Sepertinya semesta berkonspirasi dengan stasiun televisi. Disaat saya ingin menghilangkan rutinitas saya yang penuh kebosanan itu dengan menonton televisi akan tetapi hasilnya adalah makin membuat saya bosan. Semua sama. Acara televisi tetap menyiarkan sinetron murahannya & tayangan kriminalitas yang sarat dengan adegan kekerasan, akan tetapi untunglah mereka berbaik hati menyiarkan acara favorit saya yaitu pertandingan sepakbola. Mereka maraton menyiarkan kualifikasi Euro 2012 dengan mempertandingkan beberapa Negara yang sepakbolanya memang sudah maju. Akan tetapi bukan itu yang saya tunggu, saya menunggu Negara tercinta ini bertanding melawan Bahrain. Faktor keuangan yang cekak ditambah penuhnya kegiatan beberapa hari ini membuat saya tidak bisa mendukung langsung ke stadion (Sialan). Dan semua tahu bahwa negeri ini kalah 0-2 dari Bahrain. Apakah saya kecewa? Jangan ditanyakan lagi. Mungkin 230 juta rakyat Indonesia kecewa atas kekalahan ini.
Yang lebih mengecewakan lagi adalah disaat timnas kita sudah berjuang habis-habisan, sang pelatih (Wim) malah merendahkan pemainnya sendiri dan berkata bahwa pemain Indonesia tidak mempunyai bakat untuk bermain di luar negeri. Bodoh sekali pelatih kita ini. Seharusnya seorang pelatih mengangkat moral tim yang diasuhnya ketika tim-nya kalah bukan menjelek-jelakannya di depan pers. ‘Hei Meneer, walaupun pemain kami tidak pantas berlaga di luar negeri atau kancah internasional akan tetapi inilah skuad utama negeri kami. Kami memang merindukan prestasi, bagi kami tidak masalah timnas Indonesia menang atau kalah yang penting mereka tetap berjuang sampai tetesan keringat terakhir. Apapun hasilnya kami tetap bangga terhadap timnas kami. Pulanglah kau ke negaramu. Kau memang sangat payah.
Diketik ketika pertandingan Indonesia vs Bahrain berakhir.
Diketik ketika pertandingan Indonesia vs Bahrain berakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar