Senin, 22 Agustus 2011

Rambut Yang Berantakan, Bertemu Teman-Teman di Saat masih Brutal Dulu Dan Sejenak Mengulang Memori Masa Lalu. Lalu Sekali ...

Judul entri ini panjang sekali bukan?
Entah apa yang ingin saya tulis. Minggu ini semuanya terasa aneh, aneh sekali. Dimulai dari niat saya yang ingin potong rambut (niatnya sih supaya rambut saya rapi tapi ..). Dan ternyata percobaan pertama saya potong rambut gagal total karena rambut saya lebih mirip seperti polisi wanita bahkan kata ibu saya rambut saya lebih terlihat seperti Dora di serial Dora The Explorer alias terlalu pendek atau mungkin lebih tepatnya kebanci-bancian.Sialan!. Keesokan harinya saya kembali merapikan rambut saya di pangkas rambut yang berbeda dan berhubung saya bingung ingin model rambut seperti apa maka saya bilang saja ke tukang cukurnya model rambut 'rapi'. Ternyata mimpi buruk itu datang, makna kata 'rapi' antara saya dengan si tukang cukur ternyata berbeda antara bumi dan langit. Di benak saya rambut saya mungkin ketika selesai pangkas rambut nanti akan mirip dengan pemain Real Madrid, Sergio Ramos. akan tetapi setelah melihat hasil potongannya saya merasa lebih mirip suami Krisdayanti, Raul Lemos. 

Wow...
Seketika saya langsung heran bercampur dongkol, jengah, merasa aneh dan sebagainya ....
Akhirnya saya mengikhlaskan bahwa rambut saya memang aneh untuk ukuran anak muda zaman sekarang dan saya memang harus mengikhlaskannya. (sedikit ikhlas)

Keesokan harinya ketika saya mengecek notifikasi di facebook saya ternyata ada undangan sebuah grup yang kira-kira isinya adalah perkumpulan alumni smp saya dulu. Ternyata mengulang masa lalu ketika smp dulu sangat menyenangkan. Saya bertemu teman-teman yang sudah sangat lama tidak saya temui dan ternyata takdir memutuskan kami semua untuk bertemu di jejaring sosial. Bercerita tentang guru kami yang kelakuannya ajaib, berceloteh tentang indahnya masa muda yang dipenuhi dengan kenakalan remaja serta perkelahian dengan sekolah lain yang tidak jarang harus berdarah-darah dan berurusan dengan pihak berwajib. Yap, saya merasa masa paling brutal adalah masa smp dulu. Semua menyenangkan ketika masa putih-biru dulu. Selalu menjadi pemberani karena kami selalu beramai-ramai dan dilengkapi samurai, clurit dan senjata lainnya yang membuat kami merasa sebagai raja. Tapi masa itu semua sudah lewat, lewat lamaaaaaa sekali ....

Nb: Saya harus main ke smp saya (harus), entah bagaimana rupa sekolah yang dulu masih berantakan itu. Semoga semakin rapi dan berkualitas tentunya :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar