Waktu menunjukan pukul 11.04 malam ketika saya merasa mulai lapar dan juga mulai merasa rumah bukanlah tempat yang menyenangkan lagi. dalam sekejap saya melihat handphone saya dan tidak ada sms atau panggilan tidak terjawab di handphone saya .
singkat cerita, saya melihat televisi dan saya melihat film Rocky Balboa. awalnya saya tertarik menonton film tersebut tetapi berhubung perut saya sudah kelaparan saya-pun berinisiatif pergi mencari makanan. dengan bermodalkan motor butut, bensin yang tidak terlalu full dan uang Rp. 20000, saya berjalan berburu kuliner di tengah malam yang saya bilang suasananya lumayan cukup ramai.
baru sampai di depan gang, saya melihat dua preman sedang meminum-minuman keras. saya tak peduli dengan preman tersebut beserta minuman kerasnya, sayapun melanjutkan perjalanan ke arah depok timur, sekitar 15 menit kemudian saya melihat seorang kakek dan seorang nenek berjalan bersama di tengah malam yang dingin dan diantara lalu lalangnya kendaraan yang lewat. saya mulai berpikir begini,
'apakah di kota ini sudah tak ada orang baik hati ?'
'apakah tak ada orang yang ikhlas untuk mengajak kakek dan nenek itu menginap barang sehari saja?'
terlalu banyak orang tak mampu dan yang membutuhkan belas kasihan di negeri ini.
tetapi dari kakek dan nenek tersebut saya mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga, sang nenek tetap mengikuti si kakek walaupun si kakek dalam keadaan yang susah dan menyedihkan.
(kita tidak akan beromantis-romantis ria dalam notes ini)
jauh-jauh saya mencari makanan sampai depok timur tetapi ternyata di dekat rumah saya menemukan makanan, saya memesan nasi goreng dan es teh manis lalu setelah pesanan kuliner saya dihidangkan di atas meja saya pun melahap makanan yang tadi saya pesan.
selesai makan, saya ke warung rokok yang tepat berdiri gagah di samping di tukang nasi goreng untuk membeli rokok. saya pun merokok dan duduk sambil melamun melihat ke arah seberang yang dipenuhi para wanita yang ber'profesi sebagai pelacur dan para lelaki hidung belang. para lelaki hidung belang itu bagaikan dracula yang menatap para pelacur itu layaknya darah yang segar.
ada apa dengan lingkungan tempat saya tinggal, dimana para pemuka agama? dimana pihak yang berwajib (yang katanya mempunyai slogan melawan penyakit masyarakat dan melayani masyarakat)? mengapa mereka seolah tidak peduli dengan perilaku masyarakat yang sudah melanggar kaedah kesusilaan ini.
saya tidak munafik bahwa saya adalah bukan orang yang rajin beribadah tetapi saya adalah orang yang masih bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
tanpa terasa 4 batang rokok telah saya habiskan dan saya beranjak pulang dengan perasaan yang campur aduk ..
jauh-jauh saya mencari makanan sampai depok timur tetapi ternyata di dekat rumah saya menemukan makanan, saya memesan nasi goreng dan es teh manis lalu setelah pesanan kuliner saya dihidangkan di atas meja saya pun melahap makanan yang tadi saya pesan.
selesai makan, saya ke warung rokok yang tepat berdiri gagah di samping di tukang nasi goreng untuk membeli rokok. saya pun merokok dan duduk sambil melamun melihat ke arah seberang yang dipenuhi para wanita yang ber'profesi sebagai pelacur dan para lelaki hidung belang. para lelaki hidung belang itu bagaikan dracula yang menatap para pelacur itu layaknya darah yang segar.
ada apa dengan lingkungan tempat saya tinggal, dimana para pemuka agama? dimana pihak yang berwajib (yang katanya mempunyai slogan melawan penyakit masyarakat dan melayani masyarakat)? mengapa mereka seolah tidak peduli dengan perilaku masyarakat yang sudah melanggar kaedah kesusilaan ini.
saya tidak munafik bahwa saya adalah bukan orang yang rajin beribadah tetapi saya adalah orang yang masih bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
tanpa terasa 4 batang rokok telah saya habiskan dan saya beranjak pulang dengan perasaan yang campur aduk ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar