Ketika Persija Jakarta VS Psps Pekanbaru bertandingan hari minggu kemarin saya memutuskan untuk bertaruh uang dengan senior saya di kampus dan nominalnya tidak terlalu besar, mungkin hanya untuk makan siang saja. Tapi entah kenapa berhubung ini gengsi kedaerahan maka saya dan senior saya sama-sama yakin bahwa tim jagoannya akan mengalahkan tim yang menjadi lawannya. Saya lahir di Jakarta, Senior saya asli Riau
Semua orang tahu bahwa Persija menang 3-0 atas Psps tapi entah kenapa setelah pertandingan berakhir saya dan senior saya berdebat tanpa akhir di jejaring sosial. Ia mengatakan Persija ***** dan ikon Persija, Bambang Pamungkas pun bukan didikan asli Persija (dan ia berkata buat apa The Jakmania membanggakan ikon yang bukan asli didikan Persija?) dan Persija hanya tim bertabur bintang tetapi pemain-pemain mudanya tidak ada yang berbakat. dan saya pun membalasnya dengan sebutan Psps hanyalah tim karbitan yang tidak punya sejarah. Bandingkan saja Persija sudah hebat sejak era perserikatan dulu, Psps siapa yang tahu prestasinya?
Saya juga bingung kenapa jika ada orang yang menghina Persija saya menjadi gampang tersulut emosinya. tapi saya juga malu karena saya ribut dengan senior saya dan kami sama-sama membawa identitas kedaerahan. Saya membanggakan tempat kelahiran saya, senior saya pun tidak mau kalah tentunya.
Terbersit dalam pikiran saya, seharusnya sepakbola menjadi alat pemersatu bukan sebaliknya. Fanatisme berlebihan itu tidak seharusnya membuat kita (sesama rakyat Indonesia) saling menyakiti. saya lelah mencaci, saya juga lelah berkelahi. Apabila benda berbentuk bulat ini bisa berbicara mungkin yang ia inginkan hanyalah semua orang memainkan dirinya diiringi dengan senyuman dan rangkulan antara individu satu dengan individu lainnya bukan dengan baku hantam antar sesama manusia dan diringi darah serta nanah. sebaiknya semua orang berpikir bahwa "tim saya bagus dan tim anda juga sama hebatnya, mari kita lihat tim saya dan tim anda bertanding dengan sportif. mari kita dukung tim kesayangan kita dengan cara kreatif. kalah menang itu biasa".
Saya orang Indonesia, Anda juga orang Indonesia, dan kita semua berharap supaya sepakbola menjadi pemersatu bukan sebaliknya, mari kita berdamai demi tanah tempat kita berpijak, Indonesia !!!




Tidak ada komentar:
Posting Komentar