Rabu, 22 Agustus 2012

Klise !!

Kita akan berjalan bersama lagi sambil bersendau gurau.
Dengan menaiki motor bututku yang berwarna merah atau yang biru, kita akan berjalan-jalan tanpa arah dan tujuan.
Melewati lampu merah dan pekatnya asap metromini di jalan Margonda.
Berbicara dengan suara yang parau ketika kita melewati sekumpulan pengamen yang sedang bernyanyi di angkutan umum D11.

Kita akan melewati gang-gang sempit kita menuju ke arah Cijantung.
Tertawalah kita lepas di tengah keramaian.
Di Cijantung kita melewati sebuah Plaza, inginkah kau mau masuk sayang?
Dirimu berkata ingin masuk ke dalamnya akan tetapi idealisme-ku berkata tidak agar kita menyadari bahwa kita bukan korban kapitalis, seperti mereka yang berada di dalam Plaza tersebut.

Waktu menunjukan pukul 5 sore wanitaku, mari kita ke tujuan terakhir untuk hari ini, tempat makan di sekitaran cibubur.
Dengan bermodalkan uang Rp. 25.000 kau memesan semua makanan yang kau suka dan bagiku kau tampak cantik saat kau sedang meminum minuman yang kau suka.
Saat matahari terbenam pulanglah kita.
Sesaat sebelum tiba di rumahmu kita terlebih dahulu mampir ke minimarket yang berjarak 100 meter dari rumahmu, kau membeli sebuah ice cream dan aku membeli sebungkus rokok.

Sesaat kita tiba di rumahmu dan kitapun sejenak berhenti lalu engkaupun memanjatkan doa yang akupun tak tau apa doamu, tapi doaku hanyalah agar Tuhan mendengar doamu dan semoga kau dan keluargamu selalu berbahagia.

Lalu, aku-pun langsung pulang tanpa pamit kepada orang tuamu.
Dengan memakai sweater hitam, celana jeans hitam serta sepatu kets hitam yang telah sobek aku-pun menyalahkan motor bututku untuk menuju rumahku di Depok Timur.
Dalam perjalanan pulang terngiang rambutmu yang sepinggang dan pipimu yang merona merah.

20 menit kemudian bunyilah handphone-ku dan mendapatimu mengirimiku pesan 'Selamat sore dan terima kasih atas waktumu hari ini'.

Untukmu, Inspirasiku: "Gadis Bermata Laut"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar