Anda tahu Mall? Bagi sebagian orang mall merupakan tempat yang menyenangkan. Anda butuh hiburan? Di mall tersedia lengkap. Anda mau makan? Di mall tersedia berbagai jenis makanan dari berbagai negara. Anda mau berbelanja? Wow, mall akan memanjakan mata anda dengan berbagai jenis barang yang tentunya akan menguras uang anda.
Jika kebanyakan anak muda suka berbelanja ataupun menghabiskan waktu di mall, saya justru sebaliknya. Aneh memang (Yap, saya memang anak aneh). Jika teman-teman saya suka makan di mall, saya lebih suka makan di warung kaki lima. Jika teman-teman saya suka menghabiskan waktu di mall, saya lebih suka menghabiskan waktu di taman-taman kota ataupun tempat yang bernuansa alam. Jika saya ingin bernyanyi, saya cukup bernyanyi di kamar mandi dan tidak perlu pergi ke mall untuk menyanyikan lagu favorit saya (baca: karaoke).
Sebenarnya bukan hanya mall yang saya tak suka. Saya juga agak tidak suka dengan segala macam tempat yang kini dianggap gaul oleh anak muda di Jakarta. Seve* Eleve*, Ci*cle K, Star*uck dan segala jenisnya itu. Bagi saya makan warteg ataupun warung kaki lima lebih menyenangkan. Mengapa saya berpikir seperti ini? Di mindset saya mereka yang suka "hinggap" di tempat seperti itu adalah budak kapitalisme. Saya bukan mahasiswa pintar. Entahlah apa hubungannya tempat gaul itu dengan kapitalisme. Saya tak peduli dianggap norak, kolot ataupun bodoh. Saya hanya ingin menghindari pola hidup konsumtif atau mungkin lebih tepatnya disebut dengan pola hidup "hura-hura atau kebanyakan gaya". :D

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus