Senin, 27 Februari 2012

Ketika Kreatifitas Dikebiri

Saya adalah supporter sepakbola. Beberapa tahun belakangan ini ketika saya menyaksikan pertandingan sepakbola antara Persija Jakarta melawan tim dari daerah manapun selalu identik dengan adanya red flare ataupun giant flag di tribun penonton. Bagi pihak keamanan red flare adalah hal yang membahayakan. Walaupun seperti petasan akan tetapi red flare tidaklah sama dengan petasan. Benda ini tidak "meletus" seperti petasan. Bagaimana dengan giant flag? Sebelas-dua belas dengan red flare, benda ini juga dilarang oleh pihak keamanan. Alasannya simpel, tiang-tiang tidak boleh masuk ke dalam stadion karena dapat digunakan sebagai alat untuk tawuran. Aneh!

Wahai pak polisi, percayalah, kami ini telah dewasa. Kami takkan berbuat rusuh di rumah kami sendiri. Kami hanya ingin berkreatifitas dan membuat atmosfer pertandingan semakin meriah dengan adanya red flare maupun giant flag. Jika sekarang giant flag dan red flare dilarang, mungkin esok hari menyanyikan chant, memakai atribut Persija atau bahkan bernafas di dalam stadion akan dilarang juga.

PYRO IS NOT CRIME!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar